logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bupati Diminta Sikapi Kasus “Tramadol” di Bolo

Bupati Diminta Sikapi Kasus “Tramadol” di Bolo

Kasus penyalahgunaan dan pengedaran obat daftar G yang kerap muncul di wilayah kecamatan Bolo, terus mendapat kecaman dari elemen masyarakat. Pasalnya,

Pengaduan Kesehatan

KM Bolo
Oleh KM Bolo
12 September, 2014 08:05:28
Pengaduan Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 26355 Kali

Kasus penyalahgunaan dan pengedaran obat daftar G yang kerap muncul di wilayah kecamatan Bolo, terus mendapat kecaman dari elemen masyarakat. Pasalnya, beredarnya obat merek Tramadol ditangan beberapa anak remaja saat ini, tentu sangat membahayakan bagi kelangsungan kesehatan mereka selaku penerus anak bangsa.

Semestinya—menurut aturan berlaku—untuk mendapat obat Tramadol dan sejenis dalam daftar G, harus dengan resep dokter. Namun kenyataannya, obat anti nyeri saraf tersebut, kerap mudah diperoleh sekelompok remaja untuk digunakan hal-hal tertentu.

Ironisnya lagi—baru-baru ini—seorang remaja begitu mudah mendapatkan obat Tramadol dari Amirudin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala TU RS Persiapan di Sondosia-Bolo. Hanya saja, adanya persoalan tersebut, terkesan ditanggapi dengan kepala dingin oleh pemangku pengambil kebijakan di kabupaten Bima.

“Jika Amirudin melakukan demikian, itu jelas melanggar pasal 196 Sub pasal 197/198 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan,” kata Hariyadi di Sekretariat KM-Bolo, setelah menjadi Pemateri “Dialog Kepemudaan” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kabupaten Bima, di Kampus STKIP Taman Siswa, Selasa (9/9/14) kemarin.  

Hariyadi juga menjelaskan, dalam UU No 36/2009, ada tiga macam tindakan pidana kefarmasian. Seperti dalam pasal 196 menentukan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Sedangkan pada pasal 197 terkait masalah izin edar dengan penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar. “Selanjutnya pasal 198 menentukan bagi yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktek kefarmasian dikenakan pidana dengan denda Rp100 juta,” terangnya.

Hariyadi mengharapkan, Pemerintah Daerah (Dikes,red) agar menyikapi serius persoalan tersebut. Apalagi yang terlibat dalam hal itu diduga Kepala TU Rumah Sakit Persiapan di Sondosia. “Ini sangat berbahaya. Karena obat daftar G bisa didapatkan dengan mudah oleh warga. Padahal aturannya sudah jelas,” ujar politikus PKB yang sebentar lagi akan dilantik sebagai anggota DPRD kabupten Bima. 

 

Baca Juga :


Ia juga meminta kepada Bupati Bima Drs H Syafrudin, dapat menyikapi sehingga kedepan pejabat dalam pemerintahannya bisa menjadi tauladan masyarakat, bukan sebaliknya memberikan contoh kepada masyarakat untuk menyalahi aturan. Sebab, jika persoalan ini terus dibiarkan, lambat laun akan mengancam keselamatan generasi muda khususnya di Bolo, yang saat ini kerap menjadi issu beredarnya obat-obat tertentu.

Salah satu contoh yang terjadi beberapa pekan lalu di desa Rasabou. Polisi mengamankan beberapa anak remaja yang diduga menyalahgunakan obat tergolong daftar G. “Ini yang kita khawatirkan bersama,” kata Hariyadi.

Sementara itu, informasi yang dihimpun MN menyebutkan, dari sejumlah stock obat yang ada di gudang penyimpanan obat RS Persiapan Sondosia, dikabarkan satu dus obat tramadol hilang. Konon, obat tersebut telah dimusnahkan (dibuang) mengingat sudah kadaluarsa. Hanya saja, pemusnahan obat itu sendiri tidak ada bukti berita acara untuk dipertanggung jawabkan secara kedinasan.  

Munculnya informasi tersebut, belakangan menyusul persoalan merebaknya issu penyalahgunaan Tramadol di tengah pergaulan kelompok remaja di kecamatan Bolo. Namun kebenaran hilangnya satu dus obat tramadol, belum dapat dipastikan karena pihak penanggung jawab gudang obat di RS Persiapan Sondosia, belum di konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, polisi hanya sebatas memberikan peringatan dan kemudian disertai surat pernyataan yang dibuat oleh Kepala TU RS Persiapan Sondosia Amirudin, atas perbuatannya yang diduga menjual atau dalam bentuk memberikan obat tramadol kepada seorang pemuda tanpa resep dokter.(adi) - 05



 
KM Bolo

KM Bolo

Koordinator: SURYADIN Alamat : Jl. Lintas Sumbawa No.53 Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Prov. NTB Admin: Agus Setiawan (082339467728) email:kmbolo@ymail.com Kontak Person: 085-25332-3535 ANGGOTA: Didin, Buhari, Rahmi, Can

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan