logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penggembalaan Sapi di TPA

Penggembalaan Sapi di TPA

Segerombol sapi mengais makanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Seorang pemulung mengawal hewan ternak itu dan mengaku kalau dirinya juga

Pengaduan Kesehatan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
23 Oktober, 2018 20:40:16
Pengaduan Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 1921 Kali

Segerombol sapi mengais makanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Seorang pemulung mengawal hewan ternak itu dan mengaku kalau dirinya juga sebagai penggembala. Tepatnya di Jalan Arya Banjar Getas, Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, sapi-sapi itu mengomsumsi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

“Hewan ternak berupa sapi di sini mengonsumsi sampah sebagai konsumsi utamanya, “ tutur Iqbal, seorang potografer yang kebetulan mampir mengabadikan aktifitas hewan ternak itu.

“Kalau hewan itu nanti akan dijual dan dikomsumsi oleh warga masyarakat, apa tidak berbahaya,” keluh Iqbal yang sejurus kemudian memperhatikan kondisi kesehatan sapi di TPA itu.

Dari pantauan, beberapa ekor sapi yang kulitnya tidak sehat lagi, kulitnya memutih dan penuh bercak-bercak hitam. ”Ada kemungkinan kondisi kesehatan sapi itu diakibatkan oleh komsumsi makanan yang berasal dari sampah-sampah,” ucap Iqbal yang kemudian mengharapkan agar pemerintah setempat dapat memikirkan lokasi penggembalaan sapi, dan terhindar dari TPA.  

Hadri (48 tahun) yang  juga seorang pemulug mengatakan, “Penggembalaan ternak di TPA Ampenan telah berlangsung semenjak dulu. Para penggembala yang ada di sekitar TPA sudah menjadikan TPA sebagai lokasi untuk pencarian makanan bagi hewan ternak. Hewan berupa sapi di tempat ini mengomsumsi semua jenis sampah. Baik itu plastik, makanan yang sudah rusak, pokoknya semua dilahap. Wajar saja kalau sapi-sapi yang ada di sini banyak yang terkena penyakit kulit “ ucapnya.

 

Baca Juga :


Hewan ternak yang gemar mengomsumsi makanan di hamparan sampah, tentu dapat mengakibatkan gangguan pada kondisi kesehatan. Rendi, seorang mahasiswa Teknik Lingkungan UNU NTB  mengatakan bahwa ketika jenis sampah yang berupa plastik masuk ke dalam tubuh hewan, itu dapat menggangu usus. Selain itu, jenis-jenis sampah yang ada di TPA tentu terkontaminasi dengan zat kimia atau racun, dan barang tentu dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh hewan.Dalam hal ini, dapat pula dipahami bahwa sapi yang gemar mengomsumsi sampah di TPA  mengandung senyawa yang membahayakan tubuh manusia. Bila disembelih, daging sapi tersebut mengandung timbal. Bagi yang mengonsumsi bisa mengalami gangguan pencernaan dan penyakit lainnya.

Menurut Mongabay, seorang  dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dalam penelitiannya tentang daging sapi pemakan sampah dikonsumsi manusia, yang mana dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan. Di sisi lain , mengomsumsi daging dari sapi pemakan sampah, yang mana dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kanker, penuaan dini, dan menurunkan daya tahan tubuh.

Hadri, kembali mengatakan bahwa selama belum ada larangan untuk melakukan penggembalaan sapi di TPA, berarti selama itu pula para penggembala sapi tak henti-hentinya mengantar hewan ternak mereka ke TPA. Olehnya itu, selayaknya pemerintah setempat secepatnya mengambil ketegasan agar adanya larangan untuk menggembalaan hewan ternak di TPA. Sebab penggembalaan ternak di TPA tentu dapat membahayakan kesehatan hewan ternak, dan juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia bila mengomsumsi daging hewan ternak pemakan sampah, khususnya di TPA. []



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan