logoblog

Cari

Tiga Tahun Mengindap Kanker, Butuh Perhatian Pemerintah

Tiga Tahun Mengindap Kanker, Butuh Perhatian Pemerintah

Namanya Juji (65) warga Desa O'o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, NTB, terbaring lemas tak berdaya karena menderita kanker yang menggoroti pipi

Pengaduan Kesehatan

Suparman
Oleh Suparman
04 Juni, 2019 01:09:49
Pengaduan Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 107457 Kali

Namanya Juji (65) warga Desa O'o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, NTB, terbaring lemas tak berdaya karena menderita kanker yang menggoroti pipi kananya. Nasib memilukan itu ia rasakan setiap hari tanpa tersentuh oleh bantuan dari pemerintah.

Selama tiga tahun, ia hanya berharap keajaiban dari tuhan untuk kesembuhan kanker yang diderita. Hidup miskin bersama seorang putra yang juga memiliki kelainan pada kesehatan jiwa, membuat ibu yang akrab disapa Ina Pau harus pasrah dengan segala keterbatasan yang ada. Terkadang ia harus menutup mulutnya dengan kain, karena penyakit Kanker semakin memburuk menggoroti pipinya sehingga suara pun kurang jelas.

Belum lagi penderitaan yang ia alami tanpa sosok suami yang telah lama mendahuluinya bersama ketujuh orang anak. Dari ketujuh anaknya semua sudah bekeluarga dan hidup jauh dari sang ibu kecuali seorang putra yang selalu menemani hari-hari sakitnya. Karena mengalami kelainan pada kesehatan jiwa, putra pun tak jarang ada dirumah merawat ibunya.

Sedangkan pihak keluarga sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk kesembuhan wanita paruh baya tersebut. Hidup di atas lahan milik tetangga dengan kios kecil yang tidak memadai, menambah penderitaan ibu tujuh anak itu.

Menurut pengakuan dari salah seorang putri korban bahwa kanker yang diderita oleh sang ibu berawal dari Tahi Lalat di bibir atas yang semakin membesar. Tanpa di sadari, karena di anggap biasa saja, Tahi Lalat pun sering mengeluarkan nanah sehingga berimbas pada terbentuknya sel-sel kanker.

Selama ibunya menderita kanker, lanjutnya, belum ada bantuan dari pemerintah baik dari desa maupun pemerintah Kabupaten Dompu. Sementara untuk biaya makan sehari-hari hanya mengharapkan uluran tangan dari tetangga sekitar, pernah juga sumbangan dari komunitas mahasiswa dan karang taruna desa setempat.

 

Baca Juga :


"Saya sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan ibu. Sebagai seorang anak merasa terpukul melihat kondisi ibu yang semakin hari semakin memburuk," harap Nujuman (37) saat menjenguk sang ibu, Minggu (2/6).

Ketujuh anaknya korban juga tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran kondisi keluarga yang kurang mampu  semakin memperburuk keadaan sehingga harapan untuk mengobat sang ibu tidak pernah sampai ke rumah sakit, hanya terbaring lemas menderita dalam kios kecil.

"Pada malam hari, Ibu juga sering teriak karena tak mampu menahan sakitnya," keluh putrinya.

Ia mengatakan, sang ibu juga pernah dibawa ke rumah sakit Bali oleh seorang dermawan. Namun, karena tidak ada yang menemani selama di sana. Pihak rumah sakit pun mengembalikannya "Hanya itu saja ibu pernah masuk rumah sakit dan di diagnosis kanker," akuinya. (Man-Tim Media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan