Hendak Melahirkan, 6 Jam Ditandu dari Gunung

LOBAR-Belum meratanya pembangunan di NTB khususnya Lombok Barat mulai dirasakan oleh warga Desa Batu Layar yang berada di atas gunung pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (dpl), misalnya saja di Dusun Penanggak yang memiliki sekitar 400 lebih kepala keluarga atau sekitar kurang lebih 1500 jiwa.

Selain kesulitan mendapatkan air bersih, kesehatan ternyata menjadi hal yang sangat krusial. Tidak adanya fasilitas kesehatan yang dekat, memaksa warga di atas gunung harus menandu orang sakit dan ibu hamil ke puskesmas terdekat di kaki gunung hanya untuk melahirkan.

Orang sakit, terlebih ibu hamil yang akan melahirkan, terpaksa harus ditandu menggunakan kain sarung ke ke puskesmas montong desa Meninting Kecamatan Batu Layar yang jaraknya sekitar 5 km. “Perlu waktu sekitar 6 jam untuk menandu orang melahirkan. Kan berat, di sepanjang jalan kami harus berhenti dan berganti-gantian,”  ujar salah seorang warga, Irhanuddin dengan diiyakan oleh warga lainnya beberapa waktu lalu.

Warga sendiri tentunya enggan menggunakan sepeda motor membawa orang sakit atau ibu hamil ke puskesmas untuk melahirkan, goncangan yang keras bisa membahayakan bagi orang sakit terutama ibu hamil. Metodenya, ibu hamil diselipkan ke dalam sarung kemudian ditandu oleh dua orang secara bergantian dalam waktu berjam-jam. “Disini memang ada dukun beranak, tapi kan pemerintah melarang menggunakan dukun beranak, katanya harus pakai bidan. Nah bidannya tidak ada yang kesini, terpaksa kami harus ditandu,” ujar salah seorang ibu yang pernah merasakan ditandu saat melahirkan ini.

Daerah ini bisa dibilang terisolir, pasalnya jalan yang menuju dusun ini sangat parah, hanya rabat boton yang sudah hancur dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Rabat beton yang hancur ditambah dengan jalur mendaki yang kiri kanannya adalah tebing, sangat berbahaya untuk dilalui. Perlu kehatian-hatian tingkat tinggi untuk bisa mengakses jalan sepanjang kurang lebih 7 km ini dari Desa Gunung Sari Lombok Barat. Belum lagi harus melewati sebagian jalan tanah yang lebarnya hanya sekitar dua meter kemudian kiri kanannya adalah jurang.

Di Dusun Penanggak sendiri kata Perangkat Badan Perwakilan Desa (BPD) Batu Layar, Muhair sebenarnya memiliki satu permasalahan utama sehingga masalah air, kesehatan serta ditambah akses ekonomi masyarakat membawa hasil kebun ke pasar terganggu, yakni masalah akses jalan yang sempit dan rusak. Jika itu diperhatikan pemerintah maka Insya Allah semua permasalahan yang dialami masyarakat bisa teratasi.

 

Keterangan foto:

Para ibu di Dusun Penanggak Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Lombok Barat yang dulu terpaksa ditandu dari atas gunung berjam-jam hanya untuk bisa melahirkan di puskesmas terdekat.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru